Postingan

siapa peduli, peduli siapa.

banyak siklus yang aneh di dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti kalimat "siapa peduli, peduli siapa" terkadang kita peduli dengan orang lain hingga mati-matian dan diluar ambang batas kenapa bisa kita melakukan hal itu, namun terkadang orang yang kita pedulikan bahkan selalu saja berkata "siapa peduli" aneh memang. dinamika yang terjadi dalam setiap kegiatan anak adam dan hawa ini. tetapi alam memang memiliki hukum nya sendiri. karena suatu saat orang yang terus berkata "siapa peduli" dan lebih menyebalkan nya lagi kita tetap peduli dengan dirinya akan berkata " siapa peduli, peduli siapa" rumit bukan? ya memang hidup memiliki gayanya sendiri untuk menampilkan rahasianya. mengenai jawaban nya, ya siapa peduli? terkadang memang terlihat aneh dan juga diluar  penalaran. tapi peduli kah kita dengan semua prosesnya? mungkin ya, mungkin saja tidak. dan siklus  kepedulian ini akan terus berkembang seiring juga kita berjalan jauh untuk me...

2 cangkir milo.

dua gelas yang sangat manis dan ternyata menyenangkan akhirnya kita menemukan kesamaan lagi. bedanya saja saat itu kau menambahkan beberapa kubik es di dalamnya, sementara aku membiarkan milikku tetap hangat. lagi, kau menceritakan bagaimana kau terjebak oleh ilusi asmara, rasanya ingin akutertawa tapi jujur saja aku benci melihatmu terluka, entahlah. entahlah seberapa lama lagi aku akan tetap berdiam dan bersembunyi di balik tatapan. aneh rasanya, percakapan kita di kala senja ingin terbenam di iringi semilir angin dan langit mulai bberubah menjadi oranye ke-unguan. wajahmu terlihat sangat teduh, tetap saja mata itu nenjadi bagian favoritku. sudah lama rasanya kita tidak berbicara seperti itu, terakhir kali ketika aku duduk di tangga dan kau menunggu dirinya. ya sekarang begini saja aku akan tetap menjadi orang yang tetap berdiri dibelakangmu dan mengingatkan dirimu, melihat kau mengambil ancang-ancang, dan ketika kau berbalik kebelakang aku akan sedia mencover dirimu. seperti b...

surat untuk Zeus, maaf aku menghilang dari radar

banyak yang aku lewatkan hampir beberapa bulan ini, aku tidak serajin dulu menulis surat kepadamu lagi Zeus, maafkan...ya banyak sekali yang terlewatkan, seakan portal tak terbuka beberapa bulan, antara kau dan aku, kata-kata tiap malam itu seakan lenyap, aku mohon ampun.. aku tak tahu harus memulai cerita dari mana, pencuri hati yang begitu keji, atau kawanan baru yang menyenangkan, atau mungkin momen -momen kehilangan rasa waras yang, ah sudahlah untuk apa di sesali? sore yang syahdu ini, aku mohon permisi menuliskan sepucuk surat untukmu, bukan lagi mengenai senja aatau dia yang hanya menawarkan mimpi palsu itu, sungguh aku kecewa bukan kepalang pada dirinya, ia dia si ransel biru yang tempo hari aku ceritakan kepadamu, namun aku menemukan kepingan hidupku yang baru, teman-teman yang menyenangkan nya tak terbantahkan lagi, aku butuh waktu beberapa lama untuk menyadari bahwa hidupku ternyata berharga, maafkan aku begitu lambat decoding nya, oh zeus, aku akan menceritakan sedikit ...

hanya saja...

sebenarnya, ada hal yang ingin ku tuliskan sejak lama.. sejak siang terik itu, ketika diriku masih sibuk dengan pita.. hanya saja, semesta tak pernah memberikan kesempatan itu. sosok yang menarik perhatian tidak lebih dari sepuluh menit..aneh rasanya, ketika membiarkan selentingan keinginan ingin memiliki nya di dalam hati. tetapi, saat itu semesta belum berpihak pada kita. sebenarnya, ada hal yang ingin ku ungkapkan lewat kata sedari pertama aku mendengar suara..entah warna ransel biru itu selalu mencuri perhatian ku, ah tapi sudahlah..berkali-kali aku menyadarkan kepala ini bahwa itu tak akan mungkin menjadi harapku. jangan berbesar rasa..karena sebenarnya, ini lebih parah daripada itu. yang memenangkan hatiku, bukan dia yang terlihat misterius seperti hantu, atau dia yang penuh perhatian layaknya guardian. yang memenangkan hatiku sejak dulu adalah tingkah laku nya..berkating di panggung sandiwara, entahlah..dia selalu menjulang ketika aku melihat pertunjukannya. semusi...

harta karun.

sesaat ingin kau membuka jendela..membiarkan nya mengganti sirkulasi udara di dalam nya sesaat kau ingin membuka pintu membiarkan siapapun berlenggak masuk kedalam nya sesaat kau ingin menghempaskan tirai, mencoba memberi celah sinar untuk masuk lewat ventilasi sesaat kau memberikan harapan yang terlampau indah bak sang jutawan yang sedang mabuk kepayang diriku tak membiarkan semua terbuka terpampang nyata seperti si pengusap kepala atau si aneh tak bersahaja.. dia sengaja kusimpan, jauh dari loker momor 73. sengaja ku selipkan di tumpukan arsip.membiarkan nya tampak sama seperti kebanyakan  seperti menemukan jarum di tumpukkan jerami, maka dari itu tangan ini tak sanggup melukai. begitulah sang angin berhembus kabar sore ini.. ketika penyembuh itu ada di depan mata, tetapi kau membiarkan trauma itu lebih mega daripada sebelumnya. jadi, untuk apa selama ini kau ku pelihara?

strong as a soldier....

semua orang pernah merasa kecewa, ketika ekspetasi tak seperti yang diminta, di saat perikiraan tak sesuai angan dan ketika prediksi sama halnya seperti fiksi.. semua orang pernah kecewa terhempas oleh para doa yang mungkin saja lupa untuk di beri penyedapnya. semua orang pernah kecewa, hingga semuanya seperti untaian kata-kata tanpa aksara.. tapi, apa semua orang yang pernah kecewa tak berhak bahagia? mencoba meruntuhkan tembok ketidakyakinan dan juga pembatas keterpurukan.. semua nya berhak berwarna setelah sekian lama tak bernyawa. semua orang pernah merasa kecewa..ketika semua tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

rasa...

rasanya seperti menggelitik...seperti senyum yang ditarik-tarik. pipi ini tak pernah bisa berhenti bersemu merah, ketika mengetahui bahwa matahari itu ada. rasanya seperti semua terasa jauh lebih lega, ketika menyadari ternyata memang semua itu nyata. semua yang pernah terlewat tak pernah berkata dikata sempat, namun akhirnya bahagia hingga akhirat. berbeda dari kedua yang sebelum nya, seperti menemukan kembaran didirku. lengkap tapi tak cukup untuk dikatakan kurang..rasanya seperti bercermin di depan bayanganku sendiri. apa ini? apa ini yang namanya menemukan kepingan hati, patahan tulang rusuk ini akan kembali ke pada susunan nya, tak terlalu bengkok namun juga tak lurus menikam. rasanya hangat, setiap kali mata ini terjaga untuk tetap melihat. rasanya seperti menemukan rumah, di saat pagar sudah mulai terkunci.. ini berbeda, sangat berbeda..rasanya seperti diri sendiri. sepertinya aku menemukan dia. rasanya sangat sejuk, lebih sejuk daripada hembusan angin yang ...