Postingan

Wawasan

Gambar
RedEye Bohong, jika memang tidak sedih. Masih teringat bagaimana lautan manusia yang mengelilingi bangku merah, hampir berantakan namun masih bisa tertata rapi. Senin sore yang begitu gelap rasanya, cahaya lampu hampir maghrib, muka-muka asing. Hari itu adalah pelajaran pertama dimulai. Entah kapan..hingga kaki, juga peluh keringat terus tetes bercucuran, mengangkat, menggulung, memperhatikan, mencatat hingga menunggu sampai mata terpejam pelan-pelan. Pagi-pagi buta, dari loading dock hotel mewah, gemerlap aula mall, ruang kerja yang nyaman, landasan udara yang luas dan panas, Istana Negara yang megah, hingga terowongan bawah tanah. Pagi yang melelahkan, disambut dengan sore yang membuat nafas tercekat. Mata yang hampir juling, menatap satu per satu bagian, yang tak boleh terlewatkan, dari bahasan soal lingkungan, kebijakan pemerintahan, hingga prestasi sebuah sepeda kayu, bahkan siapa pula yang menyangka bahwa kedalaman laut Indonesia memiliki potensi yang mungkin jika ...

Menulis Bagiku, Menulis Bagimu

Gambar
Foto: baysidejournal.com Hargai tiap kata yang dari awal tak pernah dirasa akan menghianati kita, Ketika orang lain hanya sibuk menyunting dan memporak poranda kan apa yang selalu ku sebut sebagai penyalur rasa lewat alinea-alinea. Menulis adalah kebebasan, bukan berarti tanpa sebuah pertanggung jawaban. Menulis bagiku, Lebih dari sekedar merangkai tulisan menjadi sebuah bacaan, menulis bagiku adalah bentuk penyembuhan. Saat orang lain tak memahami isi dari pemikiran mu, aku pun tak merasa itu menjadi suatu keharusan. Biarlah semua orang memiliki pandangan, tanpa ada suatu paksaan. Menulis bagiku, bentuk lain dari sebuah rasa yang tak bisa kau ucapkan dengan lantang, ada kalanya kau menikmati semua bentuk perenunganmu dalam diam, dan merubahnya menjadi baris-baris aksara penuh makna. Bagi mereka, mungkin permainan diksi atau bahasa yang terlalu tinggi memusingkan jemala. Bagiku, itu adalah tatanan indah dari seseorang yang mampu melukiskan perasaannya tanpa berdusta. T...

Langit

Tak selamanya, langit itu akan berwarna cerah, Kadang ia berwarna teduh oranye, ataupun abu-abu kelam, bahkan menghitam.. Tak selamanya, mentari akan menyinari langit itu, Kadang badai dan hujan menyambanginya sesekali.. Tak selamanya bintang muncul di langit itu, Kadang petir menyambar dan kilat beradu cahaya.. Namun tetap, yang namanya langit itu misteri. Bulan kadang bertengger indah, melebarkan umbra dan penumbranya ke penjuru arah. Tak jarang, komet dan meteor mampir, walau dalam dekade waktu yang lama... Tetap saja, langit begitu luas, dan penuh teka-teki.. Mereka yang senang menengadahkan wajahnya ke atas, sekedar untuk berdoa, atau mengucap rindu.. Langit, pun setia menunggu..merubah tiap uap harapan menjadi gumpalan awan yang terus berjalan. Tak selamanya, semua terasa bahagia, ketus dan kutukan pasti terucap begitu saja.. Namun, cinta membawanya kembali terbang mengangkasa... Seluas langit, sekokoh langit, seteduh fajar, dan sehangat malam-malam di negeri tropi...

One Fine Day

Gambar
You'll never know where your steps take you, You were lost, and then found. You were blind, and then you realized. Roses are Red, people said. for You it was always Yellow and Orange. The song you sing, the kiss you blew. Ever ours, ever mine. You never understand, till you realize, That Forever can never be long enough... ===== https://www.youtube.com/watch?v=CBnR-YUw6ZY

Kapan Mereka Pulang?

Gambar
Source: Eskipaper.com Ada yang menunggu dengan cemas, di mana dan kapan belahan jiwa dan buah hatinya akan pulang? Nyawanya telah melayang? atau sengaja menghilang? Tak ada mata yang sanggup menatap, raut muka mereka yang penuh harap.. Kapan dan dimana yang terkasih akan kembali berkumpul dengan keluarga. Tak letih, beribu jalan ditempuh, hanya untuk mencari hukum mana yang mampu menjadi peneduh? Akan jiwa-jiwa yang sekarang mungkin rapuh? Tak akan ada pelukan yang bisa menyembuhkan, atas raga-raga yang hilang seakan tertelan.. Jalan buntu, semua tenaga doa telah diteriakkan secara kasat mata. Namun pagar seakan terlalu tinggi dan megah untuk dirobohkan.. Bagian mana yang tak terlihat? dari ribuan Kamis dan orasi yang tak digubris.. Mereka yang tak kenal lelah, menunggu pulang mereka yang seharusnya ada di tengah-tengah hari raya, Mereka yang tak kenal letih, menanti mereka yang seharusnya ada di hari-hari penting.. Mereka yang tak kenal menyerah, mendoakan m...

Cukup, Sudah dan Baiklah

Matahari, Menyinari, Sebentar ini bukan baris lirik untuk menari-nari. Kenari, Kiwi. apalagi yang bisa disandingkan yang memiliki akhiran berarti, Siapa pula Sapu Lidi? kala Jam dinding memutar jarum kecilnya menuju pagi hari, Lelah.. Lelah..Lelah.. Basah bukan berarti harus dikeringkan, biarkan menjadi kerak dan mengering. Terduduk di sudut, celingak-celinguk takut ada yang mengamati, padahal sudah selesai dua paragraf sendiri. Tik dan Tok, Kemana pula arah kakiku akan pulang malam ini? (Ganti lagu dulu sebentar) Malah jadinya ganti laman saja, biar cepat disalin lalu tempel. Mata Sepat, jarak liburan dan hari-hari nyata begitu seperti karet, Melar gak kelar-kelar. Manalagi, tempat yang bisa dikunjungi hanya untuk menulis puisi-puisi basi? kini malam bagi peraduan, pagi bagaikan candu malu-malu, siang telah jadi rute banting tulang. sore? saatnya hore-hore sedikit, sambil mengernyit kapan hari jadi sempit? Sampai kapan, ku harus merindu, dengan isi kepala absurd yang...

Sampaikan dari ku pada Mu

Menjelang hari ke-14, Rasanya masih seperti mimpi anak umur belasan tahun, tiap pagi, tiap malam senyum berkembang, kadang pikiran bimbang hanya sebentar saja menyambangi, tanpa sedikit memberi corak di indahnya hari. Satu per satu, keinginan yang dituliskan di kertas lusuh, perlahan menjadi sesuatu yang nyata dan bisa diraba. Hari-hari paling bahagia ini akan terus terekam di kepala. Betapa baiknya Maha Pencipta. Satu Malam dimana semua bintang bertebaran, Kau beriku mimpi soal Nebula, hingga khayalan soal langit luas tak berbatas... Semua harap dan panjatan do'a tak luput satupun dari belaian KasihMu yang melebihi apapun. Kau berikan jelas di depan mata, betapa kecilnya sang hamba di dunia, apalah arti kesombongan dan ilmu pengetahuan bila tak diiringi dengan kerendahan hati dan rasa tahu diri. Andai bisa ku MenyembahMu lebih dari yang dapat ku lakukan saat ini. Air mata-air mata yang mengalir karena bahagia memang benar ada. JanjiMu bukan sebuah fiksi atau dongeng pe...