Pengamat

Pada yang lebih banyak diam, dan mengamat-amati. Tata bahasa yang berantakan tapi sepenuh hati, terucap melalui kacamata sendiri.
Acap kali kadung berasumsi, tapi enggan untuk mengklarfikasi.
Sunyi,
Sepi..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Dewasa

Langit

Perjalanan Ku... Bagian Pertama: Istri