Postingan

Tak Ada Buku Manual untuk Menjadi Dewasa

Akan ada saatnya kita merasa hari berlalu begitu cepat, dari pagi yang kita curi-curi hanya untuk memejamkan mata barang sebentar lagi. Kepada setiap siang yang kita ulur-ulur di waktu libur agar ia tak cepat bertemu dengan sore lalu berganti malam, paling tidak cukuplah untuk makan es buah tanpa teringat tugas anak buah yang bikin kepala mau pecah.. Sama halnya, dengan setiap permasalahan yang muncul silih berganti seakan tak pernah kosong mengisi rak-rak yang hampir sesak dikala semua tekanan memuncak. Masih ingatkah ketika permasalahan memilih warna hijau atau biru untuk mewarnai gambar gunung? namun sekarang, memutuskan untuk terus bertahan dengan budgeting juga tekanan deadline yang harus tampil sempurna. Rasa-rasanya, masih kemarin kaki-kaki ini berlari untuk mengejar layangan, bukan sibuk naik turun tangga penyebrangan.. Kita seperti berada pada satu lorong dimana pemandangan kanan kirinya adalah kolase-kolase ingatan yang hampir memudar, tentang keluarga yang tinggal...

Mengapa Suka Menulis?

Gambar
Oke, ya! sebuah postingan random kali ini disponsori dengan lagu I Want You Back dari The Jackson Five yang delay satu menit karena si Toshi kebanggan Saya ini sudah hampir memasuki usia remaja dewasa, begitulah para Psikolog menyebutnya. Jika melihat latar lagu yang sedang mengalun mengiringi Saya membuat tulisan ini sekilas akan terlihat seperti tulisan-tulisan cinta yang biasa menjadi pengisi blog yang umurnya barulah sama dengan keponakan Saya yang lagi girang-girangnya menonton kartun di Youtube, huh zaman sudah berubah. Omong-omong, I Want You Back dari The Jackson Five ini tak salah menjadi pemandu lagu untuk tulisan Saya kali ini, karena bahasannya tentang ya..permohonan, permohonan untuk sesuatu kembali yang tak mungkin lagi terjadi, dalam hal apapun. Itu pula lah yang menjadi dasar kenapa Saya tetap menulis, walau sejuta cerita-cerita kehidupan menuntut Saya untuk menjadi orang normal yang harus menghabiskan waktu di dalam rutinitas yang selalu saja membuat jantung terp...

Ini Bukan Penawaran Asuransi

Jika kamu meminta makhluk ini untuk romantis, maka ia akan menjadi gula terpahit yang pernah kamu temui di dalam segelas kopi yang hampir dingin, ia tak pintar menjelaskan huruf-huruf manja dan juga kalimat penuh gombalan asmara, yang hanya membuatnya memutar balikan kepalanya seperti wayang golek lepas mur... Jika kamu memohon kepada makhluk ini untuk bisa lembut dan berkata penuh unsur-unsur menggoda, ia akan menjadi balok kayu yang paling keras dan siap menghantammu hingga jantungmu hampir berhenti berdetak, jangan sekali-sekali mencobanya. Jika kamu bertanya kepadanya hal terindah apa yang pernah terjadi di dalam hidupnya, ia akan menjawabnya dengan kenanangan-kenangan penuh duri juga cerita mengenai derita yang sama sekali tak membuatmu nafsu makan pada malam hari. Jadi, masih maukah kau menyeka air matanya ketika ia mati-matian membentengi dirinya yang sekeras baja itu? masih maukah kau menjadikannya rumah untuk pulang dan membuatmu melepas segala rindu yang terbengkalai...

Dan Senja Pun Berdoa

Awal Tahun 2047, Tak seperti biasanya, yang normal pasti langsung akan digambarkan dengan aksara-aksara mencerminkan rasa bahagia, atau bahkan langsung mengutuk dengan kalimat-kalimat penuh lara. Tepat seminggu setelah tatap muka, atau kurang dari sebulan berjumpa mata. Namun, kali ini Senja membiarkannya menutup mata hingga pertemuan bulan separuh yang kelima. Bukan kehabisan inspirasi atau tanda baca, hanya saja Senja seperti membentengi dirinya sendiri sama ketika ia akan bertemu dengan Petang atau sekedar tegur sapa dengan Malam. Jadi, yang Senja tau selama ini ia hanya mencoba memagari dirinya dengan dinding es, dingin namun bisa meleleh..hanya saja butuh waktu. Baru kali ini, Senja mengulur waktu dan mencari sudut kota terbaru untuk merangkum dalam sebuah paragraf, semua yang terekam di kepalanya yang tersisa adalah kecepatan suara, hamparan cahaya dan dinginnya angin yang menusuk tengkuk lehernya. Halaman per halaman seperti menjadi satu, Senja hanya mampu menarik nafas, i...

Hujan Minggu Sore

Belakangan ini, materi menjadi sangat tak begitu berarti ketika kepuasan nurani dengan perlahan terpenuhi. Entah rasa lelah yang tak manusiawi namun membuat raga ini ingin terus terjun ke dalamnya, lagi-dan lagi. Seakan tak peduli ribuan mil yang harus dilalui..hanya saja aku terlalu senang untuk jatuh hati sekarang, kurasa nanti dulu..ini masih babak awal. Langit malam dan hembusan angin yang menyelimuti tengkuk leher seakan berubah menjadi candu pedih yang ingin terus ku obati, dan meninggalkan ribuan kisah lama jauh di belakan bukit pasir sana. Hanya lembaran baru, dan telapak kaki yang agak memanas menaiki-turun tangga dengan nafas yang terengah-engah namun dengan senyuman seksi di penghujung hari, tebal kuping tentu saja harus dimiliki untuk posisi ini, namun lagi aku merasa ingin melakukannya lagi. dan lagi....tiap saat Bertemu dengan perspektif baru, jatuh bangun di belakang layar, tertawa hingga keringat tak lagi terasa basah turun dari jidat, aku rasa ini adiksi yang lai...

Playlist Bahayanya Senja #4

Lagu Honeymoon Day dari Arrested Development ini memang Senja dengarkan untuk soundtrack bulan madunya nanti, bukan untuk memberi kode pada dirinya, namun...entah mengapa ketika Senja berada di dekat dirinya, hidupnya sontak menjadi bersemangat dan seriang lagu ini. tak ada alasan untuk tidak joget ketika mendengarkan lagu ini, itu yang Senja rasakan ketika berada di dekatnya, tak peduli pada akhir hari dia harus berjuang sendiri melewati jalanan macet Jakarta ketika ia di beri tumpangan di Halte Pondok indah, lalu menunggu bus kota kejayaannya. -- Entertainment....show them what you do to me------------- Phoenix Senja akan selalu mengagumi bagaimana dirinya menyanyikan lagu-lagu dari Phoenix, karena secara kebetulan Senja menemukan orang dengan selera musik yang sama. Dulu., semasa SMP ketika Senja mulai mendengarkan lagu-lagu Phoenix, Senja dicemooh oleh teman-temannya karena dianggap selera musiknya aneh. namun, ketika Senja bertemu dia yang ternyata mendengarkan Phoenix jug...

Playlist Bahayanya Senja #3

Sekarang Senja sampai pada lagu legendaris dari Led Zeppelin, yang berjudul Stairway to Heaven. Hingga sekarang Senja masih tak bisa menafsirkan maksud lagu berdurasi hampir 7 menit lebih ini, yang Senja ingat hanyalah, bagaimana dirinya menceritakan bagaimana lagu ini memiliki perpindahan tempo dari slow ke cepat, dan dirinya menyukai jenis lagu seperti itu. Lalu, yang terlintas di kepala senja bagaimana dirinya menjelaskan bagaimana gitar dengan dua gagang bisa tercipta melainkan dari gitaris grup band legendaris tahun 70an ini. Hingga dirinya bercerita bagaimana Led Zeppelin bubar hanya karena salah satu personilnya meninggal, dan mereka sepakat untuk tidak mencari penggantinya lagi dan memutuskan untuk bubar dari industri musik, walau hingga saat ini hampir 3 generasi karya-karyanya tetap abadi. seperti pada pengalan lirik lagu ini " Sometimes words has two meanings......" begitu juga apa yang coba Senja cerna dari setiap perkataanya. Sampailah Senja pada sebuah lagu...