Postingan

Penjemputan

Suatu ketika, senja mulai menampakkan jingganya, teduh dengan hembusan angin di atas tebing yang kau pijak berpeluh. Terpejam kedua matamu, baru kali itu aku melihat bibirmu melengkung syahdu. Biasanya, kau mencaci tanpa ampun. Orang bilang, sihir itu mematikan. Aku baru sadar setelah seperempat menit kau mulai memandang jauh ke jurang. Pikirmu melayang seiring dengan serpihan kenangan, yang tersisa hanya sendu. Kau membentangkan tangan seraya memeluk ujung dunia, mengapa rasanya begitu lama aku menikmatinya? Kau tersadar ku membuang muka. "Kenapa? Apa yang dilihatin terus?" Tanyamu seolah meluluhkan tulang-belulangku, kau memergokiku tersipu. Bagian mana entah yang salah, mulutku diam seakan tak berkata. Terakhir yang ku ingat angin malam membuatku ingin loncat ke pelukanmu. Segera. Masih terlihat jelas ketika aku memandangimu begitu pasrahnya merangkul alam. Harusnya tak ku rusak ritualmu itu, tapi dirimu semakin familiar di mataku. Seakan, pandangan pertama yang mun...

Candu Aksara

Semanis-manisnya senyummu, nyatanya aku lebih melayang ketika kata-katamu menyapu dingin malam itu. Seindah-indahnya rupamu, Sepertinya intonasi suaramu lebih menggelitik tengkukku, candu. Kepada mata yang tenggelam karena senyum yang mengembang, ingin aku rekam setiap percakapan sore itu. Tentang bagaimana senja begitu mencuri hatimu dan pilu bagiku. Duduk di ujung tebing, kau meneriakkan barisan nada yang memekakkan telinga, bagaimana bisa kalimat tanya menjadi ledakan supernova di dada?

Petualangan Java Jazz Festival 2015 Bagian 2 : Artis FTV

Gambar
Hari ini hari apa? Hari Sabtu!!!!! Hari ini Malem apa? Sabtu Malam!!!!!<----------------- *Alert* Jomblo Detection  Buat yang belum tahu ini postingan apa sih? kok heboh banget kayaknya, bisa dibaca di sini   gratis kok, siapa tahu bisa ngisi waktu luang dan, memalingkan galau kamu dari si dia, atau dari -----------------------------------------skripsi. hikz Okay!! Hari ke dua Java Jazz Festival 2015 di mulai! dan ini adalah hari ke dua!!! wohooooo!!!! hari ini lebih bersemangat karena Line up artisnya keren DAN GUE NANTIKAN oke maaf capslock jebol,yup! gue menantikan pertunjukan dari INCOGNITO FEATURING CAKHA KHAN!!! (Cakha kan ya saudara-saudara, bukan Cakra Khan apalagi Sharukh Khan!! catet tuh) kenapa? iya gitu! *apaan sih!* Gue grow up dengan lagu-lagu incognito, dan cakha khan adalah pengiring setia setiap pagi sebelum gue berangkat sekolah pas SMP. sudah-sudah jangan curhat dulu. Perjalanan panjang hari ke dua akan segera di mulai, HERE WE GOOOOO!!! set...

Petualangan Java Jazz Festival 2015 Bagian 1 : Norak Edition

Gambar
Pepatah terkenal bilang, "Ikatlah pikiran dalam sebuah tulisan" kurang lebih begitulah. Maka dari itu, tulisan kali ini merupakan sebuah pikiran yang akhirnya menjadi kenyataan karena gue sering menuliskannya, entah dimanapun. Sebelumnya, udah sering banget kepikiran di kepala "Kapan ya bisa nonton Java Jazz Festival? " pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di salah satu bagian otak gue. Secara harga tiket yang emang agak tidak manusiawi buat kantong mahasiswa, dan juga persentase hoki dalam menang kuis memang gak ada di dalam gen gue, jadilah gue melewatkan festival musik Jazz terbesar di dunia itu berkali-kali *menatap jalanan sudirman dan sekitarnya dengan tangan kosong* jadi, pikiran itu gue iket diam-diam dalam tulisan di buku diary gue, Dear Diary.... Setelah penantian panjang, akhirnya rejeki nomplok itu dateng juga, seonggok sepupu gue yang besar (memang doi badannya besar, kekekek) memberikan berita sangat menyenangkan bagi telinga gue yang caplang ini. K...

Apa yang Terjadi Ketika Lewat Tengah Malam?

Sudah lama Aku tak pulang ke deretan gedung tinggi menjulang, tak lagi  dikelilingi bunyi riuh klakson yang memekakkan telinga. Entah, rasanya seperti satu dekade Aku terpisah jauh dengan kemacetan luar biasa pada Jumat malam. Bagaimana bisa Aku merindukan kegaduhan, disaat keheningan selalu menawarkan candu setiap malam. Dan kini Aku kembali pulang. Dua blok lagi, kan Ku ketuk pintu itu sambil  menenteng koper tua. Sejuta rasa menari-nari di kepalaku, seperti ini kah kembali ke rumah? Taksi berjalan lambat melewati taman yang nyaman. Tetiba muncul gambaran tawa juga suara yang lama tak Ku dengar. 15 tahun sudah, dan ayunan itu masih sangat kokoh mengantung. "Apa yang paling berbahaya selain jatuh cinta dengan orang yang salah?" "Percakapan malam hari, dan tak hanya romansa di dalamnya. Kau hanya akan tertawa lepas. Bercerita tanpa beban tentang kenangan dan masa depan, menatap mata lawan bicara dalam-dalam dan membiarkannya menerka mikro ekspresimu. Entah jujur ata...

Surat Kecil Milik Poseidon

Ada salam yang ingin disampaikan oleh langit dini hari itu,betapa gugusan-gugusan bintang menggambarkan sinar saat pertama kali Aku melihatmu. Ada pesan yang dibawa gulungan ombak perlahan menghampiri kakimu di ujung pantai, menyisakan sedikit pasirnya di dalam selipan jemari kakimu, betapa sebegitu eloknya Kau mampu mengikat hatiku. Ada isyarat yang timbul dari senja yang sengaja kau nikmati perlahan hilangnya, mengibaratkan bahwa terlalu sedikit waktu yang bisa kunikmati untuk tenggelam dibawah teduhnya pelukanmu. Ada batas terdekat antara garis mentari pagi dan juga matamu, sedekat aku ingin tersesat oleh pemikiran-pemikiranmu. Hembusan angin siang hari bak pelipur lara dikala kau tak berada didalam pandangan, begitu tersiksa hanya bisa mengagumi dari ekor mata. Mencuri pandang dibalik pundak-pundak ketika tiba saling pandang tetapi akhirnya melemahkan seluruh syaraf di raga. Ingin rasanya Aku meminta izin merengguk harum tengkuk leher mu, lantas tergila juga hanyut dalam setia...

Kala Hujan, Kita Dipertemukan. #1

Gambar
Hujan mendekatkan, menjauhkan, dan menemukan. Hujan turun, Jakarta pagi berantakan, tak terbanyangkan merebaknya kendaraan di segala sisi arah. Mobil berburu tempat mendahului tapi tak akan sempat. Sepeda motor datang dari segala, mengisi sempit bahu jalan menghantam trotoar. Berpacu dengan kemacetan, langit Zeus pun kian menghitam kelam berangin lalu dibarengi dengan air mata para dewa dewi olimpus. Kalau jam tangan perak itu tak menunjukkan pukul 06:00 semuanya tak akan menyangka itu adalah pagi hari.. Sepeda motor itu berhenti di pertigaan pondok indah. Di sebuah warung rokok, ia  mengibas-ngibaskan jaketnya. Mulutnya tak berhenti mengucapkan kalimat sumpah serapah. "Bajingan! ujan pagi-pagi bikin semua berantakan!" sambil menyalakan sebatang rokok. Asap mengepul hilang tersapu rintik air. Bau tembakau semerbak ke seluruh warung. Di sudut jalan ada pengamen yang berteduh sambil memeluk gitarnya. Pemuda itu terus merokok menunggu redanya hujan. ---sementara---------...